Dalam hujan yang tak pernah berhenti, ada sebuah kapal kertas kecil hanyut tanpa arah. Dibuat daripada harapan yang rapuh, ia dibawa arus yang tidak pernah peduli—kadang terapung tenang, kadang hampir tenggelam ditelan derasnya air.
Namun di sebalik rapuh itu, ada jiwa yang enggan mengalah. Setiap kali ia hampir karam, ia bangkit semula, menahan diri daripada hilang sepenuhnya. Hujan yang turun bukan sekadar membasahi, tetapi menguji—sejauh mana ia mampu bertahan.
Kapal kecil itu tidak pernah meminta laut menjadi tenang, hanya mengharapkan sedikit cahaya untuk terus melihat arah pulang. Walau dunia terasa gelap dan berat, ia tetap memilih untuk terapung, perlahan-lahan mencari jalannya sendiri.
Kerana selagi belum tenggelam sepenuhnya, harapan itu masih ada—dan perjalanan itu belum berakhir... begitulah Aku bagaikan "Perahu Kertas"
This site uses cookies to deliver our services and to show you relevant ads and job listings.
By using our site, you acknowledge that you have read and understand our Cookie Policy,
Privacy Policy, and our Terms of Service. Your use of our Products and Services,
including our Network, is subject to these policies and terms.